Keadaan masyarakat Asia barat pra Islam,

Posted on


Keadaan masyarakat Asia barat pra Islam

Jawaban:

MASYARAKAT ASIA BARAT PRA-ISLAM

Asia barat dihuni oleh beberapa ras, yang paling banyak adalah Arab & Persia. Bangsa Arab & Persia sebelum Islam hadir adalah Politheis, atau penyembah banyak dewa. Bangsa Arab Pra-Islam memang sebenarnya menyembah Allah karena bangsa Arab adalah keturunan Ismail, anak Ibrahim (Bapak agama-agama Samawi). Mereka awalnya beragama Hanif atau menyembah Allah sesuai ajaran Ibrahim. Namun ribuan tahun setelah Ibrahim & Ismail di tanah Arab, terjadi banyak penyimpangan sesuai ajaran Ibrahim tersebut. Mereka menambahkan berhala-berhala sebagai perantara kepada Allah. Itu menyebabkan bangsa Arab menjadi Politheis, karena berhala-berhala tersebut dianggap Dewa, bahkan Anak Allah sendiri. Sedangkan Bangsa Persia, sebelum kedatangan Islam beragama Majusi serta Zoroaster. Namun di Asia barat sendiri, 4-5 abad sebelum Islam hadir, sudah berkembang agama Yahudi & Nasrani.

Pada pembahasan halaman ini, akan lebih terpusat pada masyarakat Arab sebagai pusat dari Asia Barat. Meskipun dengan “kejahiliyahannya”, bangsa Arab Pra-Islam dikenal sebagai bangsa yang sudah memiliki kemajuan ekonomi. Dalam perkembangan pemikiran bangsa Arab, sejak Pra-Islam sampai Pasca-Islam, selain ekonomi yang cukup maju juga terdapat kemajuan di bidang kesusastraan. Bangsa Arab memang dikenal sebagai penyair yang bagus. Kesusatraan Arab Pasca-Islam menyebar ke Persia sehingga menyebabkan munculnya para penyair-penyair dan Sufi terkenal seperti El-Jalaluddin Rumi dengan karyanya yang terkenal, Matsnawi.

Pemikiran bangsa Arab Pra-Islam memang penuh dengan Tahayul dan Mistisme. Perdukunan, sihir, dan lain-lain marak terjadi. Itulah hal-hal yang ditumpas oleh Muhammad dengan agama yang ia dakwahkan, Islam. Pada awalnya, dakwah Islam sangat dibenci bangsa Arab sebagai “shock therapy” yang sebelumnya tidak dikenal oleh bangsa Arab. Pembebasan perbudakan menjadi target penting Islam dalam ajarannya untuk menghapuskan penjajahan. Hal itu bertolak belakang dengan tradisi perbudakan bangsa Arab, menyebabkan perlawanan dari orang-orang yang berkuasa di sana. Bangsa Arab Pra-Islam memang dikenal amoral dan bejat, menyebabkan mereka kaget dengan Islam yang beda dengan kebudayaan Arab waktu itu.

Semoga Memantu


Leave a Reply

Your email address will not be published.