Kak tolong di bantu ya!

Posted on


Kak tolong di bantu ya!​

71f9cd749b0694d50ac26ddc1268106a

Penjelasan:

Menurut Arrhenius, asam yang dilaruktkan ke dalam air akan menghasilkan ion H+. Dengan demikian dapat dikatan bahwa jumlah ion H+ yang ada dalam larutan dapat dihnakan untuk menyatakan derajat keasaman.

Berdasarkan kenyataan itu, pada tahun 1888 – 1939, seorang ahli dari Denmark, Soren Lautiz Sorensen mengusulkan konsep pH untuk menyatakan konsentrasi ion H+. Huruf p di depan huruf H berasal dari kata potenz yang berarti pangkat atau eksponen. Oleh karena itu pH dapat dikatakan sebagai pangkat hidrogen atau ekponen hidrogen.

Secara sistematis, besar pH dapat dituliskan sebagai berikut

pH = – log H+

H+ = konsentrasi ion hidrogen

Analog dengan di atas, maka:

pOH = – log OH–

pKw = -log Kw

pKa = -log Ka

pKb = -log K

dari ionisasi air murni kita dapatkan persamaan :

Kw = H+ OH–

– log Kw = –log H+ + (–log OH–)

pKw = pH + pOH

Pada suhu 25 ºC, pKw = pH + pOH = 14 atau 10^-14.

pH = 14 – pOH

pOH = 14 – pH

maka :

  • pH larutan <7, sifat asam
  • pH larutan = 7, sifat netral
  • pH larutan >7, sifat basa

Semakin besar konsentrasi ion H+, makin kecil nilai pH. Artinya suatu larutan dengan pH = 1 merupakan 10 kali lebih asam dari pada larutan dengan pH = 2


Leave a Reply

Your email address will not be published.