Buatlah cerita fiksi (panjang)

Posted on


Buatlah cerita fiksi (panjang)

Jawaban:

Kerajaan Kucing

Disuatu rumah hiduplah 5 sekawan yang yang bernama Nino, Dinda, Joko, Sarah, dan Raka. Mereka tinggal bersama disebuah rumah yang sangat luas. Mereka ber-5 sangat menyukai kucing. Masing – masing dari mereka memiliki 1 kucing. Rumah mereka dipenuhi oleh kebutuhan kucing, seperti Kasur kucing, tempat makan dan minum kucing, kandang kucing, dan lain – lain.

Suatu pagi Nino bangun pertama. Nino pergi ke kandang kucing miliknya yang bernama Coco. Saat Nino mengecek kandang Coco, ternyata Coco tidak ada didalam kendang. “Mungkin Coco ada ditaman belakang rumah.” ujar Coco didalam hati. Nino langsung berlari ke taman di belakang rumah. Namun, saat Nino di taman belakang rumah Coco juga tidak ada. “Dimana ya Coco ?” tanya nya didalam hati. Nino pun mencari disekeliling rumah, namun Coco tidak kunjung ketemu. Nino pun berniat melihat kucing milik Raka yang bernama Cherry. Saat Nino dikandang kucing milik Raka, kucing milik Raka yang bernama Cherry juga tidak ada. Nino pun pergi melihat kandang kucing milik Dinda, Joko, Sarah. Namun, kucing Dinda, Joko, dan Sarah juga tidak ada di kandang mereka.  

Nino pun pergi membangunkan Dinda, Joko, Sarah, dan Raka. Nino pun mengatakan apa yang dia lihat. “Benarkah ?” teriak Dinda, Joko, Sarah, dan Raka setelah mendengar cerita Nino. “ Aku menemukan ini dibawah tempat makan kucing milik kita.” ujar Nino. “Apa ini ?” tanya Joko. Ternyata sobekan peta. Raka mencoba menggabungkan sobekan peta tersebut. Terbentuklah sebuah peta yang terdapat gambar mahkota ditengahnya.  

“Mungkin, ini sebuah teka – teki.” ujar Nino.

“Benar.” jawab Raka.

“Terdapat lambang lambang kucing bermahkota.” ujar Raka.

Mereka pun menyusun rencana untuk pergi mengikuti peta yang didapat dari bawah tempat makan masing – masing kucing. Keesokan harinya mereka ber – 5  pergi mengikuti panduan peta menggunakan mobil jeep milik pamannya Nino. Nino mengemudikan mobil milik pamannya dengan sangat lihai. Mereka pun sampai di dalam hutan. Tetapi, saat mereka mencoba melewati jalan berlumpur, roda depan sebelah kanan mobil pamannya Nino malah tenggelam oleh lumpur. Untungnya Nino mengingat apa yang dijelaskan oleh pamannya kalau roda mobil tenggelam oleh lumpur. Mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya mobil berhenti di tengah perjalanan. Ternyata bensin mobil jeep yang ditumpangi Nino dan teman – temannya habis. Nino lupa membawa bensin cadangan. Mereka ber – 5 melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Hari pun gelap, mereka beristirahat di tepi sungai. Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan. Sebentar lagi mereka sampai ditempat yang dituju.  

“Ada apa ini ?” tanya Dinda kebingungan.

“Kenapa ini tidak bisa dilewati ?” ujar Sarah.

“Ada apa ini Raka ?” tanya Nino.

“Disekitar sini terdapat medan pelindung super kuat yang sulit untuk ditembus.” jawab Raka.

“Bagaimana ini Raka ?” tanya Joko

“Disekitar sini terdapat pohon bergambar kucing bermahkota. Kita hanya butuh menekan logo kucing bermahkota tersebut.” jawab Raka.

“Baiklah kita berpencar. Gunakan ini untuk berkomunikasi.” ujar Nino sambil membagikan walkie talkie. Mereka pun akhirnya berpencar. Joko pun menemukan logo kucing bermahkota.  

“Teman – teman aku menemukannya.” ujar Joko dengan walkie talkie.

“Baiklah, kita bertemu ditempat awal tadi. Joko kamu boleh menekan logo itu sekarang.” jawab Nino.

Mereka berlari ketitik awal. Mereka ber – 5 pun langsung melewati medan pelindung itu. Mereka langsung berjalan ketitik tujuan. Ternyata titik tujuan mereka adalah sebuah piramida besar.

“Woww.” ucap kagum mereka ber – 5.

Mereka pun memasuki piramida tersebut. “Siapa kalian ?” suara bergema didalam piramida. Mereka ber – 5 semakin bingung, mereka pun mengikuti asal bunyi itu. Mereka pun menemukan tempat asal bunyi tersebut. Mereka senang karena berhasil menemukan kucing milik mereka masing – masing. Tapi Nino kaget karena gambar kucing yang bermahkota yang terdapat di belakang peta yang ditemukan oleh nya 2 hari yang lalu ternyata itu adalah Coco, kucing milik Nino. Mereka ber – 5 semakin kaget karena kucing milik mereka bisa bicara. “Mari ikut aku pulang Coco.” ajak Nino kepada Coco. “Baiklah.” jawab Coco. “Tapi tolong rahasiakan ini dari orang lain.” ujar Coco. “Baiklah.” jawab Nino dengan senang hati.  

Nino memanggil pamannya dengan walkie talkie yang dibawanya. Paman Nino adalah kepala tim helikopter BNPB. Paman Nino langsung sigap mengerahkan tim helikopter untuk menjemput Nino dan kawan – kawannya. Akhirnya tim helikopter paman Nino datang menjemput Nino dan kawan – kawannya.  

Semoga Terbantu


Leave a Reply

Your email address will not be published.