Apa makna tentang mazmur 133 mengenai persaudaraan yang rukun dan matius 22:37-39, tolong di jawab ya kak pliss

Posted on


Apa makna tentang mazmur 133 mengenai persaudaraan yang rukun dan matius 22:37-39


tolong di jawab ya kak pliss

Jawaban:

1. Mazmur 133

Mazmur ini termasuk Mazmur yang dalam bahasa Inggris disebut “Songs of Ascents” yaitu “Nyanyian Pendakian” atau anak-anak tangga. Beberapa orang beranggapan bahwa frasa ini mengacu kepada penunjuk waktu dengan bayangan matahari buatan Raja Ahas. Bayangan mundur ke belakang sepuluh derajat pada alat ini sebagai jaminan bahwa Allah menambahkan 15 tahun lagi kepada Raja Hizkia untuk memerintah dengan tenang. Mazmur- mazmur ini kemudian dikumpulkan untuk memperingati janji itu. Banyak orang percaya bahwa frasa “Nyanyian Pendakian” mengacu kepada mazmur-mazmur yang dinyanyikan orang Yahudi bersama-sama manakala mereka “naik” ke Yerusalem sebagai peziarah untuk merayakan hari raya kudus mereka. Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti 107 Mazmur ini mengungkapkan kebenaran rohani yang sama dengan Yohanes 17:1-26 di mana Yesus berdoa agar para pengikut-Nya ditetapkan dalam kasih, kekudusan, dan persatuan. Ia tahu bahwa Roh Kudus sulit bekerja di antara mereka jikalau ada perpecahan yang disebabkan oleh dosa dan ambisi pribadi. Mazmur yang meluhurkan persaudaraan ini agaknya berasal dari kalangan kaum rohaniwan imam-imam dan orang Lewi di Yerusalem.

2. Matius 22: 37-39

Yang diminta oleh Allah dari semua orang yang percaya kepada Kristus dan menerima keselamatan-Nya ialah kasih yang setia. 1. Kasih ini menuntut sikap hati yang begitu menghormati dan menghargai Allah sehingga kita sungguh-sungguh merindukan persekutuan dengan-Nya. Berusaha untuk menaati Dia di atas muka bumi ini, dan benar-benar mempedulikan kehormatan dan kehendak-Nya di dunia. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Allah akan ingin mengambil bagian dalam penderitaan-Nya dan hidup bagi kemuliaan-Nya. 2. Kasih kita kepada Allah haruslah kasih yang sepenuh hati dan yang menguasai seluruh diri kita. 3. Kasih kepada Allah meliputi: a. Kesetiaan dan keterikatan pribadi terhadap Dia, dan b. Iman sebagai sarana pengikat yang kokoh dengan Dia. c. Ketaatan yang sungguh-sungguh, yang dinyatakan dalam pengabdian kita kepada-Nya. Anak-anak Allah dituntut untuk mengasihi semua orang, termasuk orang yang memusuhi mereka


Leave a Reply

Your email address will not be published.